Post Image

Langkah Awal Jadi Game Developer: Panduan dari Nol Berkarir Di Bidang Game Development

Wani Oktaviani

  • 18 November 2025
  • Game Development

Game Mobile Masih Mendominasi, Tapi Kompetisinya Jauh Lebih Ketat

Walaupun tren dan teknologi makin banyak, mobile tetap memegang posisi nomor satudalam jumlah pemain dan pendapatan. Alasannya sederhana: aksesnya paling mudah.Hampir semua orang punya smartphone, dan game mobile jadi hiburan paling cepat diakses tanpa butuh perangkat mahal. Cukup download dan main.

Tapi di 2025, dominasi mobile ini tidak lagi berdiri sendirian. Kompetisinya makin brutal karena pemain semakin selektif. Kalau beberapa tahun lalu game dengan grafik bagus saja sudah cukup menarik, sekarang pemain ingin lebih: durasi loading singkat, gameplay yang jelas, monetisasi yang tidak memaksa, dan pengalaman yang tidak makan storage terlalu besar.

Sebagai developer, ini membuat standar kualitas game mobile makin tinggi. Game yang tidak responsif atau terlalu berat dengan cepat ditinggalkan, sehingga studio kini harus lebih serius memikirkan performa, UX, dan retensi pemain dari awal.

Game AAA Mulai “Hijrah” ke Mobile dan Merubah Peta Persaingan

Salah satu tanda besar tahun 2025 adalah masuknya banyak judul AAA ke mobile. Bukan hanya porting dari PC, tapi benar-benar versi mobile yang dibangun dengan standar grafis dan gameplay setara console. Ini dimungkinkan karena chipset mobile sekarang luar biasa kuat GPU di HP flagship bahkan mampu menjalankan efek grafis setingkat game PC menengah.

Kehadiran game AAA di mobile membuat ekspektasi pemain meningkat. Mereka mulai menuntut game mobile dengan dunia open-world luas, karakter kompleks, animasi halus, dan cerita sinematik. Artinya, developer mobile tidak bisa lagi hanya fokus pada game casual pasar premium mulai terbentuk.

Namun, masuknya game AAA juga berarti developer indie harus menemukan ciri khas baru agar tidak tenggelam. Mereka harus lebih kreatif dalam gameplay dan target audience,bukan sekadar bersaing dengan grafik.

Cross-Platform Jadi Standar Baru yang “Wajib Ada”

Di 2025, pemain sudah tidak ingin game yang “terkunci” di satu device. Mereka ingin main di HP saat jalan, lanjut di PC saat di rumah, dan tidak kehilangan progres. Karena itu,cross-platform menjadi fitur yang tidak hanya diinginkan, tetapi diharapkan sebagai standar.

Buat developer, tren ini memberikan tantangan teknis besar. Mereka harus menyesuaikan input, ukuran layar, performa, hingga sistem penyimpanan berbasis cloud. Namun keuntungan besarnya adalah komunitas yang lebih luas: pemain mobile bisa ketemu pemain PC, dan game bisa bertahan lebih lama karena ekosistem pemainnya stabil.

Bagi industri, cross-platform membuka peluang monetisasi yang lebih besar dan membuat game terasa lebih relevan. Intinya, 2025 adalah tahun dimana game tidak lagi diikat oleh hardware.

Hyper-Casual Mulai Meredup, Hybrid-Casual Naik Daun

Dulu hyper-casual sempat jadi primadona karena mudah dibuat, cepat viral, dan biaya produksinya rendah. Namun pada tahun 2025, pemain sudah mulai bosan dengan game super sederhana tanpa kedalaman gameplay. Mereka menginginkan game yang masih mudah dimainkan, tapi punya progres dan sistem yang bikin nagih.

Inilah yang bikin genre hybrid-casual meledak. Genre ini menggabungkan kesederhanaan hyper-casual dengan elemen RPG ringan, sistem upgrade, item, atau karakter evolusi.Retensi pemain jauh lebih tinggi karena game memberikan alasan untuk terus dimainkan.

Bagi developer, hybrid-casual adalah peluang emas. Biaya pembuatannya masih relatif rendah, tapi potensi pendapatannya lebih besar karena pemain bertahan lebih lama dan lebih nyaman melakukan in-app purchase.

RPG & Open-World Mobile Jadi Favorit Baru Pemain

Mobile gaming sudah lama punya komunitas besar, tetapi 2025 menjadi tahun di mana RPG dan open-world benar-benar mendominasi. Dengan chipset yang makin kuat dan engine yang mendukung dunia luas, game RPG kini menawarkan pengalaman yang hampir setara dengan console lengkap dengan cutscene sinematik dan sistem karakter mendalam.

Pemain menginginkan game yang memberikan kebebasan eksplorasi, storytelling yang menyentuh, dan progres karakter yang memuaskan. Game seperti Genshin Impact membuka pintu untuk standar baru mobile gaming. Dan tren ini mendorong banyak studio untuk membuat game sejenis, walaupun tantangannya besar karena membutuhkan optimasi yang serius.

Bagi developer Indonesia, ini jadi peluang sekaligus tantangan. Peluang karena pemain lokal suka RPG, tantangan karena membuat RPG open-world butuh skill teknis yang lebih matang dan tim yang lebih solid.

AR/VR & Mixed Reality Mulai Masuk Arus Utama

Kalau dulu AR/VR dianggap niche, 2025 adalah tahun di mana teknologi ini akhirnya mulai digunakan secara massal. Hadirnya perangkat seperti Apple Vision Pro, Meta Quest 4, dan headset MR yang lebih terjangkau membuat game berbasis AR/VR jauh lebih mudah diakses.

Game AR/VR kini tidak hanya fokus pada pengalaman imersif, tetapi juga mulai masuk ke ranah edukasi, simulasi kerja, terapi kesehatan, dan pelatihan profesional. Studi game yang bisa membuat pengalaman real-time berbasis motion tracking mulai dilirik perusahaan-perusahaan non-gaming.

Tren ini membuka jalan baru untuk developer yang ingin masuk niche dengan kompetisi relatif rendah. Walaupun pasarnya belum sebesar mobile, pertumbuhannya jauh lebih cepat dibanding tahun-tahun sebelumnya.

E-Sports Mobile Tetap Jadi Penggerak Besar Industri Game

E-sports mobile masih sangat kuat dan kemungkinan akan tetap besar hingga beberapa tahun ke depan. Turnamen-turnamen besar seperti MPL, FFWS, dan PUBG Mobile Global Championship masih memegang jutaan penonton setiap musimnya.

Minat penonton yang begitu besar mendorong investasi sponsor, membuat hadiah turnamen semakin tinggi, dan membuat banyak pemain profesional baru bermunculan. Hal ini juga berdampak langsung ke developer mereka mulai membuat game yang lebih kompetitif dan mudah diakses supaya masuk ekosistem e-sports.

E-sports mobile bukan cuma sekadar game kompetitif. Ia sudah berubah menjadi budaya digital tersendiri, lengkap dengan komunitas, influencer, tim, sampai karier profesional.

UGC (User-Generated Content) Jadi Tren Utama Baru

Game seperti Roblox, Fortnite Creative, dan Mini World membuka jalan untuk generasi baru di mana pemain bukan hanya konsumen, tapi juga kreator. Di 2025, semakin banyak game yang menyediakan mode kreasi, marketplace internal, bahkan monetisasi bagi kreator.

Ini bukan cuma tren, tetapi pergeseran budaya. Banyak anak muda bahkan memulai karier game development dari UGC sebelum masuk ke industri profesional. UGC juga memperpanjang umur sebuah game karena konten terus diperbarui oleh komunitas, bukan hanya developer.

Bagi developer, tren ini membuka peluang baru baik dalam membuat tools pembuat konten maupun platform game berbasis kreativitas pemain.

Penutup

Melihat semua tren di atas, satu hal jelas: game mobile masih jadi raja, tetapi kerajaan ini kini punya wilayah baru, aturan baru, dan kompetisi yang lebih ketat dari sebelumnya.2025 bukan hanya tahun keemasan mobile gaming, tapi juga tahun di mana semua platform game berkembang cepat dan saling terhubung.

Baik kamu pemain, kreator, atau game developer, ini adalah waktu terbaik buat ikut terjun.Dunia game sedang bergerak cepat dan peluangnya terbuka lebar buat siapa saja yang siap belajar dan berkarya.

Ditulis oleh: Wani Oktaviani

Baca juga : Nadi Digital Nusantara: Ketika Teknologi Menjadi Bahasa Baru Indonesia

Komentar (4)
Silahkan Login untuk Berkomentar

Silahkan login untuk dapat memberikan komentar pada blog.

Login
User Profile
Septyan Rully Ekel

aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

29 December 2025 22:23

User Profile
Ekel

hallo

18 December 2025 21:29

User Profile
Ekel

hallo

18 December 2025 21:29

User Profile
Ekel

hallo

18 December 2025 21:29